Kisah Nabi Musa As, Membelah Laut Merah dan Menenggelamkan Firaun

kisah singkat nabi musa as lengkap membelah lautan dengan tongkatnya, merupakan mukjizat yang diberikan Allah swt kepada Nabi Musa.

Kisah Nabi  Musa As, Membelah Laut Merah dan Menenggelamkan Firaun - Nabi Musa adalah salah satu utusan Allah swt yang memiliki keteguhan hati yang kuat. Nabi Musa hidup di Mesir pada zaman kerajaan raja Firaun. Dimana, Firaun dikenal sebagai raja yang zalim yang pada masa itu masih mengaku dirinya tuhan.

Namun, kesabaran serta keteguhan Nabi Musa dalam Menghadapi raja Firaun ini mengangkat dan menjadikan beliau termasuk kedalam Nabi dan Rasul Ulul Azmi. Kata Ulul azmi ini sendiri berasal dari dua kata, yaitu ulul dan azmi. Arti dari kata Ulu atau Uli adalah memiliki, sedangkan azmi berarti tekad atau keteguhan hati yang kuat.

Berikut ini adalah kisah Nabi Musa as saat membelah laut merah dan membinasakan raja firaun beserta pengikutnya dilaut merah, baca sampai selesai ya, agar tidak gagal faham !

Kelahiran Nabi Musa

Pada zaman dahulu, Negeri Mesir dipimpin oleh seorang raja zalim yang bernama Firaun. Raja Firaun merupakan raja yang kejam dan sombong dan suka memperlakukan penduduknya sewenang-wenang.

Suatu ketika raja Firaun bermimpi, dimana dalam mimpi tersebut Firaun diberi gambaran bahwa akan ada api yang datang dari Baitul Maqdis yang kemudian api itu membakar seluruh negeri Mesir kecuali rumah-rumah kaum Bani Israil.

Merasa ada yang tidak beres dari mimpinya itu, Firaun kemudian memanggil para peramal dan ahli sihir untuk menjelaskan maksud dari mimpi itu.

Perintah Raja Firaun Membunuh Bayi Laki-laki

Para peramal yang dipanggilnya itu mengartikan mimpinya, bahwa akan ada, akan lahir anak laki-lakin dari keturunan bani israil yang akan membinasakan penduduk mesir. Mendengar tafsiran itu, Raja Firaun merasa sangat ketakutan. Ia pun langsung memerintahkan kepada tentaranya, apabila ada anak laki-laki yang lahir dari keturunan Bani Israil untuk segera dibunuh.

Musa Lahir pada saat pembunuhan terhadap bayi laki-laki berlangsung. Ibu musa yang mengetahui hal itu kemudia menjauh dan mencari tempat yang aman dari jangkauan para tentara Firaun. Allah swt memberikan petunjuk kepada Ibu Musa untuk menyusui musa bayi dan meletakkannya dalam peti kemudian dihanyutkan disungai.

Dalam Firman Allah swt diceritakan 

"Dan kami ilhamkan kepada ibu musa ;"susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhdapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai(NIL). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul."(Qs;Al Qashash:7)

Nabi Musa Bayi Di Temukan Firaun

Suatu ketika ibu musa lupa menarik tali peti tersebut sehingga peti itu hanyut terbawa Searus sungai Nil. Dan sampailah peti tersebut di istana Firaun yang kemudian ditemukan oleh istri Firaun yang bernama Asiyah.

Istri Firaun merupakan seoarang wanita yang mandul, sehingga ketika mendapati peti yang berisi bayi laki-laki (musa bayi) ia kemudian bertekad untuk merawat dan menghindarkannya dari pembunuhan. Yang kemudian bayi itu dibawa olehnya ke hadapan Firaun. Seperti yang dikisahkan dalam salah satu surah 

"(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak."(Qs;Al Qashash:9)

Seketika itu juga Firaun menyetujui permohonan istrinya dan mengangkat bayi musa menjadi anaknya.

Nabi Musa Bayi Kembali Kepada Ibunya

Hari telah berlalu, hingga suatu ketika Asiyah istri Firaun menggendong Bayi Musa dengan penuh kebahagiaan, ia berfikir perlunya anak tersebut disusui. Akhirnya Asiyah pun mengumpulkan beberapa ibu Susu, akan tetapi bayi Musa menolak susu pemberian ibu-ibu tersebut.

Hingga akhirnya ibu kandung Nabi Musa mendengar kabar tentang anaknya yang berada di istana Firaun. Ia pun segera ke istana dan langsung menyusui anaknya itu hingga kenyang. Kemudian ibu Musa membawa anaknya pulang dengan penuh rasa bahagia.


Kemenangan Nabi Musa as Menenggelamkan Firaun

Setelah Allah swt, mengutus Musa untuk menjadi seorang Nabi, para penduduk mesir pun semakin fanatik dengan raja mereka yaitu raja Firaun. Dengan perlakuan kejam dan sewenang-wenang firaun berhsil menekan penduduk untuk mengingkari ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa as. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah swt surah (QS;YUNUS Ayat :83) yang artinya : 

"Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termsuk orang-orang yang melampaui batas"(Qs.Yunus:83)

Bertahun-tahun lamanya Nabi Musa dan Pengikutnya bersabar menghadapi raja firaun dan para tentaranya yeng terus menerus bertindak sewenang-wenang. Dan tak hanya itu, firaun sudah benar-benar melampaui batasnya, dengan kesombongannya itu bahakan ia mengaku kalau dirinya adalah Tuhan. Karena firaun yang semakin parah ini, akhirnya nabi Musa pun berdoa,  bunyi doanya adalah.

musa as berkata :"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya engkau telah memberi kepada firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda  mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih."(Qs;Yunus:88)


Nabi Musa as Membelah Lautan Dengan Tongkat



Hingga suatu hari atas izin Allah swt Nabi Musa dan para pengikutnya memutuskan untuk keluar dari Negeri Mesir dan menuju Syam. Mendengagr berita ini Firaun murka, kemudian ia mempersiapkan tentaranya untuk melakukan pengejaran terhadap Nabi Musa as dan para pengikutnya.

Dengan gigih pasukan firaun terus melakukan pengejaran terhadap Nabi Musa as. Hingga salah satu pengikut nabi Musa memberikan informasi bahwa pasukan Firaun semakin dekat dan hampir menyusul mereka. Akan tetapi jalan mereka serasa buntu, karena dihadapan mereka terbentang lautan yang sangat luas dan tak mungkin dilewati. Kemudian Nabi Musa as Berkata :

"Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak dia akan memberi petunjuk kepadaku"(Qs;Asy-Syu'ara:62)

Keadaan semakin genting, Nabi Musa as besertanya benar-benar dalam kondisi terhimpit. Namun, segala kekuatan iman dan keteguhan hati yang dimiliki, Nabi Musa as terus berusaha menenangkan pengikutnya. Dan kemudian turunlah wahyu dari Allah swt kepada Nabi Musa :

"Pukullah lautan itu dengan tongkatmu" maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.(Qs;Asy-Syu'ara:63)

Seketika itu, Nabi Musa dan para pengikutnya langsung bergegas melintasi lautan yang terbelah itu. Kemudian disusul Firaun dan pasukannya yang masih terus mengejarnya melalui jalan lautan yang terbelah itu. Akan tetapi, lautan sebelum Firaun sampai ketepi lautan itu kembali seperti semula, akhirnya tenggelamlah Raja Firaun beserta pengikutnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah swt, yang artinya :

"Dan kami selamatkan musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman."(Qs;Asy-Syu'araa :65-67)




0 komentar